Strategi Pemecahan Masalah Matematika


Berhadapan dengan sesuatu yang tidak rutin dan kemudian mencoba menyelesaikannya merupakan ciri khas makhluk hidup yang berakal. Pemecahan masalah (problem solving) merupakan latihan bagi siswa untuk berhadapan dengan sesuatu yang tidak rutin dan kemudian mencoba menyelesaikan. Ini adalah salah satu kompetensi yang harus ditumbuhkan pada diri siswa. Kompetensi seperti ini ditumbuhkan melalui bentuk pemecahan masalah.

Pembelajaran pemecahan masalah tidak sama dengan pembelajaran soal-soal yang telah diselesaikan (solved problems). Pada pemecahan masalah kita memberikan bekal kepada siswa berbagai teknik penyelesaian untuk menyelesaikan masalah. Strategi ataupun taktik untuk menyelesaikan masalah dengan cara ini disebut heuristics, karena pada dasarnya pembelajar harus dapat menemukan sendiri.

Terdapat berbagai strategi dalam pemecahan masalah, dari yang sederhana samapai strategi yang cukup kompleks. Diantaranya menerka dan menguji kembali, membuat daftar yang teratur, mengasumsikan jika sebagian dari masalah telah terselesaikan, menghapuskan beberapa kemungkinan, menyelesaikan masalah yang setara, menggunakan simetri, memperhatikan hal khusus, menggunakan alasan langsung, menyelesaikan sutau persamaan, melihat pola yang muncul, mengskets suatu gambar, memikirkan masalah sejenis yang telah diselesaikan, menyelesaikan masalah yang lebih sederhana, menyelesaikan masalah yang mirip, bekerja mundur dan menggunakan formula atau rumus.

Menurut Polya ada 4 langkah yang perlu dilakukan dalam menyelesaikan masalah matematika, yaitu:

  1. Memahami masalah yang ada
    1. Apakah kita mengetahui arti semua kata yang digunakan? Jika tidak carilah di indeks, kamus, definisi, dan lainnya
    2. Apakah kita mengetahui yang dicari atau ditanya?
    3. Apakah kita mampu menyajikan masalah dengan menggunakan kata-kata sendiri?
    4. Apakah masalah dapat disajikan dengan cara lain?
    5. Apakah kita dapat menggambar sesuatu yang dapat digunakan sebagai bantuan?
    6. Apakah informasi cukup untuk menyelesaikan masalah?
    7. Apakah informasi berlebihan?
    8. Apakah ada yang perlu dicari sebelum mencari jawaban dari masalah?
  2. Menyusun suatu strategi
    1. Jangan ragu-ragu untuk mencoba salah satu dari strategi untuk digunakan dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi.
    2. Pada umumnya, strategi yang berhasil ditemukan setelah beberapa kali mencoba strategi yang gagal. Kegagalan adalah satu langkah kecil untuk mencapai tujuan dalam pemecahan masalah.
  3. Melakukan strategi yang terpilih
    langkah ini lebih mudah dibandingkan menyusun strategi. Disini hanya diperlukan kesabaran dan kehati-hatian untuk menjalankan strategi.
  4. Melihat kembali pekerjaan yang telah dilakukan
    Selanjutnya, jika perlu menyusun strategi baru yang lebih baik atau menuliskan jawaban dengan lebih baik berada di langka ini.

Di Amerika Serikat, penyelidikan tentang Pemecahan Masalah telah dilakukan beberapa puluh tahun yang lalu. Diantaranya penyelidikan dilakukan oleh Dodson (1971), Hollander (1974). Menurut mereka kemampuan pemecahan masalah yang harus ditumbuhkan adalah:

  1. Kemampuan mengerti konsep dan istilah matematika;
  2. Kemampuan mencatat kesamaan, perbedaan, dan analogi;
  3. Kemampuan untuk mengidentifikasi elemen terpenting dan memilih prosedur yang benar;
  4. Kemampuan untuk mengetahui hal yang tidak berkaitan;
  5. Kemampuan untuk menaksir dan menganalisa;
  6. kemampuan untuk memvisualisasi dan mengimplementasi kuantitas atau ruang;
  7. Kemampuan untuk memperumum (generalisasi) berdasarkan beberapa contoh;
  8. Kemampuan untuk menganti metode yang telah diketahui;
  9. Mempunyai kepercayaan diri yang cukup dan merasa senang terhadap materinya

About ardiantoarsadi

don't look for miracles it will come

Posted on Desember 19, 2009, in INSPIRASI. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Situs yang menarik!!
    Adalah penting menerapkan problem solving dlm pembelajaran matematika, masalahnya adalah sistem pendidikan kita tidak berorientasi kpd problem solving seperti singapore misalnya yang menjadican PS sbg inti dari pembelajaran/pengajaran matematika.
    walaupun satu dari lima tujuan pembelajaran matematika menuntut PS di sekolah2.
    Selain itu, untuk menciptakan generasi-generasi yang qualify untuk menyelesaikan masalah bukannya para guru harus menjadi problem solvers yang qualify jg?
    Btw, saya mendukung ide tentang PS ini mungkin ini adalah salah satu bukti bahwa guru juga harus selalu belajar, lifelong learning….

    thanks for sharing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: